Diakui manajer asal Prancis tersebut, bahwa dia sama seperti kebanyakan orang, lebih ingin dicintai ketimbang dibenci, namun Wenger membenci dirinya sendiri, terutama ketika tidak mampu memberikan kemenangan kepada timnya dalam sebuah pertandingan penting.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mungkin terlihat kerap percaya diri terhadap peluang yang dimiliki timnya untuk memenangkan sebuah pertandingan, atau percaya terhadap nasibnya di Arsenal. Namun demikian, faktanya Wenger mengaku bahwa dia membenci dirinya sendiri, mengapa demikian ?

Sebagaimana diketahui, Wenger adalah salah satu manajer yang tengah berada dalam tekanan hebat di Arsenal saat ini. Pasalnya, tim yang dia tangani terancam tidak mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa, dan dipastikan untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir finish di bawah sang rival sekota, Tottenham Hotspur pada klasemen Liga Primer Inggris di akhir musim nanti.

Wenger sendiri mengaku bahwa dia bisa mengatasi segala macam kritikan yang menghujani karena tidak serta merta menganggap pandangan negatif publik sebagai masalah pribadi. Dia juga ingin lebih disukai ketimbang dibenci orang-orang, namun Wenger justru membenci dirinya sendiri dalam hal ini.

“Saya sama seperti kebanyakan orang, lebih suka dicintai ketimbang dibenci tapi saya bisa mengambil jarak soal itu. Saya juga tahu ini bukan soal pribadi, faktanya manajer tidak memenangkan pertandingan. Mereka [tim] ingin menang dan saya bisa memberikan perbedaan.”

“Tak semuanya saya tanggapi secara pribadi. Faktanya, saya pribadi benci diri sendiri, sebagai manajer, lebih dari siapa pun ketika saya tak memenangkan pertandingan. Saya pecundang besar.” tutur juru taktik asal Prancis itu kepada TV2.

Arsenal sendiri akan berhadapan dengan Chelsea pada partai final Piala FA akhir mei mendatang, yang merupakan prediksi bola adalah harapan mereka untuk memenangkan trofi musim ini.